close
BisnisKuliner

Pabrik Rendang di Bulgaria: Potensi Baru Pasar Ekspor

Sumber Foto: Unsplash

SAHIH.CO, BANDA ACEH – Bulgaria akan membangun pabrik pengolahan rendang dengan kapasitas produksi mencapai enam ratus ton per bulan. Pabrik ini akan dibangun dengan nilai investasi mencapai tiga juta USD atau berkisar di angka 43 miliar rupiah. Hal ini bertujuan mendistribusikan rendang ke seluruh wilayah eropa, khususnya negara Balkan.

Sebagai informasi, negara Balkan adalah sekumpulan negara-negara yang terletak di area Eropa Tenggara. Pada awalnya, istilah Balkan di ambil dari nama pegunungan yang merentang dari Serbia hingga Laut Hitam yang memiliki nama yang sama.

Luas wilayah Balkan sekitar 700.000 km persegi dari Eropa Tenggara. Namun, tidak semua negara masuk ke dalam wilayah Balkan, hanya ada beberapa negara, yaitu Albania, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Kosovo, Macedonia, Montenegro, Romania, Serbia, dan Slovenia.

Menanggapai hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebut bahwa program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) telah membuahkan hasil. “Ini adalah wujud dari program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu, mempercepat kebangkitan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi pelaku UMKM kuliner untuk menembus pasar ekspor,” tulis Sandiaga Uno di akun Instagramnya pada Kamis, 10 Februari 2022.

Di samping itu, Julio Halim atau yang lebih akrab dikenal Julio Ekspor—Founder Komunitas Bisa Ekspor—menanggapi baik pencapaian ini. Di akun Instagram pribadinya, ia menulis, “Nanti Indonesia bakalan ekspor daging yang udah di bumbu ke bulgaria, disana tinggal olah sedikit terus packaging. Wah, kesempatan buat eksportir daging sapi, siap siap. Permintaan 600 ton setiap bulan gaes. Ini artinya ngebuka peluang baru, buat UMKM makanan untuk bisa ekspor ke eropa juga langsung.”

Dilansir dari tempo.co, Iwan Bogananta, Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria dalam rilisnya mengatakan bahwa pabrik pengolahan rendang ini akan dibangun dalam radius lebih dari enam puluh kilometer dari ibu kota Sofia. Nantinya, pabrik ini akan berlokasi di kota sebelah Barat Bulgaria, Botevgrad.

Menurut Iwan, pabrik itu dibangun di atas lahan seluas 20.000 meter persegi, lima ribu meter persegi dipersiapkan untuk flow produksi rendang Indonesia. “Pabrik yang baru dibangun itu memang khusus memproduksi berbagai macam produk daging. Jadi, ada areal 5.000 meter persegi khusus untuk rendang, mulai dari pengolahan sampai packaging,” papar Iwan.

Seterusnya, Iwan juga menyampaikan bahwa konsep yang diinisiasi tersebut merupakan pola investasi dua arah yang bekerja sama dengan Bella Ltd. Menurutnya, hal ini dapat menjadi role model baru untuk pengembangan pasar ekspor produk Indonesia agar lebih mendekati pasar.

Penulis: M. Haris Syahputra
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana

Tags : bisnisbulgariadagingeksporeropakulinerrendang

The author Redaksi Sahih