close
EsaiOlahraga

Ibrahim Wadji dan Kejujuran yang Langka dari Lapangan Bola

Sumber Foto: Foxsports

Ada cerita menarik pada laga leg kedua Conference League yang mempertemukan Klub sepakbola Prancis Olympique Marseille dengan pimpinan klasemen sementara Liga Azerbaijan, Qarabag FK. Laga yang berlangsung di Tofiq Bahramov Stadium tersebut berakhir untuk kemenangan Olympique Marseille tiga angka tanpa balas. Tuan rumah (Qarabaq FK) pun harus rela tersingkir dari kompetisi kelas tiga di pentas sepakbola benua biru tersebut.

Setelah kalah 3-1 pada pertemuan sebelumnya di Velodrome Stadium, markas Olympique Marseille,  Qarabag FK mengusung misi balas dendam saat tampil di depan publik sendiri demi lolos ke babak 8 besar Conference League. Hal tersebut terlihat dari gaya permainan yang sudah menekan sejak awal pertandingan dan unggul dalam penguasaan bola serta jumlah tembakan.

Meski Qarabag unggul secara statistik, Marseille masih begitu perkasa. Setelah perjuangan panjang 90 menit, mereka harus rela kalah telak 0-3 di depan publik sendiri dan tersingkir dari pentas Conference League.

Meskipun demikian, Qarabag FK tidak sepenuhnya menanggung malu, mereka patut berbangga dengan sikap pemain mereka. Adalah Ibrahim Wadji, pemain berdarah Senegal yang menjadi buah bibir banyak pengamat sepakbola. Ia mengaku bahwa gol yang dicetaknya terganjal handball sehingga dianulir oleh wasit, padahal gol tersebut dapat menjadi asa bagi Qarabag untuk menyamakan kedudukan.

Pasca pertandingan tersebut, Wadji menceritakan kejadian menarik yang terjadi antara ia dengan Guendouzi kepada RMC Sport mengenai kejujurannya saat mencetak gol dengan tangannya.

Adalah ‘ceramah’ dari Guendouzi, pemain muslim dari Olympique Marseille yang menggerakkannya untuk berlaku jujur. Wadji menuturkan, “Guendouzi menghampiri saya dan berbicara mengatakan, Anda seorang Muslim, jika Anda tidak mengatakan yang sebenarnya [mencetak gol dengan tangan], maka Allah akan memberi Anda hukuman,” sontak Wadji yang sudah sempat merayakan gol tersebut akhirnya memberi tahu sang pengadil lapangan bahwa gol yang ia cetak sebenarnya melalui handball.

Sikap Wadji menggambarkan kepada kita bagaimana sikap dasar seorang muslim sesungguhnya. Dengan segala kelalaiannya, seorang muslim senantiasa merasa takut ketika mengingat Allah.

Penulis: Misbahul
Editor: Nauval Pally Taran

Tags : muslimolahragasepak bola

The author Redaksi Sahih