close

Esai

Hikmah dari Gurun

Sumber Foto Ilustrasi: Pixabay

Seorang dosen, yang juga pimpinan sebuah perguruan tinggi di Tanah Air, menghebohkan jagat maya kerena menyebut frasa “manusia gurun”. Ya, kebetulan kami di antara manusia yang tinggal di kawasan gurun.

Kehidupan di gurun memang keras, lingkungan dan cuaca yang ekstrem membuat orang harus kuat fisik dan mental. Justru itu menempa manusia menjadi super adaptif supaya bertahan hidup, kalau tidak begitu, bisa punah.

Tidak benar orang di kawasan gurun pandai bercerita tanpa karya teknologi. Daftar peringkat Paten Amerika Serikat (US Utility Patents) yang diperoleh institusi papan atas dari berbagai negara merupakan salah satu bukti yang menunjukkan mereka punya karya, bahkan di tingkat dunia. Ini hasil karya yang dipatenkan pada tahun 2020 (US Utility Patents 2020) dari kampus di kawasan gurun,

– King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), 127 paten, peringkat 14 dunia
– King Abdulaziz University (KAU), 71 paten, peringkat 33 dunia
– King Saud University (KSU), 58 paten, peringkat 45 dunia

Jika urusan paten masih jauh dari jangkauan, mari lihat peringkat berdasarkan SDGs (Sustainable Development Goals), disebut Impact Rankings, yang dirilis oleh Times Higher Education pada akhir April 2022. Indikatornya adalah kinerja Perguruan Tinggi dalam mendukung terwujudnya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Faktanya, wakil kampus dari kawasan gurun, King Abdulaziz University menempati peringkat 4 dunia dari 1406 Perguruan Tinggi di 106 negara, hanya dibawah Western Sydney University (Australia), Arizona State University (USA), dan Western University (Kanada). Masih mau mengatakan mereka tanpa karya?

Mereka menapak di bumi, tetapi tidak melupakan langit. Mereka berusaha, tetapi menyerahkan hasil akhir kepada Yang Maha Kuasa. Tawakal.

Tidak ada manusia yang sempurna. Berpikirlah positif dan ambil pelajaran (hikmah) yang baik. Bahwa setiap manusia adalah unik. Bukankah salah satu ciri open mind adalah bisa menerima segala bentuk perbedaan dan keberagaman?


Penulis:
Anton Satria Prabuwono
Profesor bidang Komputasi dan Teknologi Informasi di King Abdul Aziz University

Editor: Nauval Pally Taran

Sumber: Anton Satria Prabuwono

Tags : arabgurunilmuwansainsteknologiuniversitas

The author Redaksi Sahih