close

BisnisKesehatanRagam

Cost Plus: Apotek Daring yang Berani Memangkas Mahalnya Harga Obat-Obatan

Sumber Foto Ilustrasi: Pixabay

SAHIH.CO – Seorang pengusaha dan miliarder yang brilian, Mark Cuban, baru-baru ini meluncurkan inovasi bernama Cost Plus. Inisiatif baru itu berupa sebuah apotek daring yang menjanjikan diskon besar-besaran sehingga harga obat menjadi jauh lebih murah dibandingkan harga dari distributor pada umumnya.

Terobosan Cuban ini memantik perhatian luas masyarakat Amerika Serikat. Hal ini karena Cuban secara radikal berani memangkas harga obat dengan memotong perantara, seperti perusahaan asuransi dan pharmacy benefit managers (PBM) demi menawarkan transparansi harga bagi konsumen.

Cuban pun tidak menerima asuransi kesehatan. Menurutnya, hal itu akan memaksa terjalinnya kerja sama dengan produsen yang berdampak terhadap penetapan harga obat-obatan.

Meski begitu, obat-obatan yang dijual di Cost Plus masih jauh lebih murah daripada kebanyakan obat di apotek lazimnya. Sebagai contoh, obat leukemia—yang biasanya dijual seharga $9.657 atau setara dengan 141 juta rupiah—dijual hanya dengan harga $47 atau sekitar 693 ribu rupiah.

“Tidak semua produsen punya tujuan untuk menyediakan obat-obatan dengan biaya yang rendah, sedangkan tujuan saya adalah memaksimalkan dampak kepada masyarakat dengan tidak melupakan keuntungan,” kata Cuban kepada Axios sebagaimana dilansir dari fee.org.

Menurut Cuban dan situs web perusahaannya, semua obat akan diberi harga sesuai dengan biaya produsen dengan hanya ditambah kenaikan harga sebesar lima belas persen. Sebelum ini, biaya obat di AS memang punya masalah pada harganya yang terlampau tinggi. Sebuah jajak pendapat Gallup bahkan menemukan 18 juta orang Amerika dilaporkan tidak mampu membeli setidaknya satu obat yang diresepkan dokter dalam tiga bulan sebelumnya.

Markup besar pada obat-obatan yang menjadi sandaran orang adalah masalah yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk mengambil tindakan dan membantu memperluas akses ke obat-obatan ini bagi mereka yang paling membutuhkannya,” ujar Alex Oshmyansky, CEO apotek daring Cuban.

Situs web Cost Plus saat ini menawarkan seratus obat generik guna mengobati berbagai penyakit, termasuk diabetes, asma, dan kondisi jantung. Satu obat bagi pasien diabetes, seperti metformin dijual seharga $3,9 (Rp56.000) saja untuk persediaan selama tiga puluh hari.

Harga tersebut jauh lebih murah dibanding dengan harga eceran yang mencapai $20 (Rp287.000). Imatinib yang digunakan untuk mengobati leukemia dan kanker juga hanya seharga $17,10 (Rp245.000) saja di apotek Cuban, sementara harganya bisa mencapai $2.502,60 (35,9 juta rupiah) di apotek lain.

“Transparansi merupakan hal yang sangat penting dalam perawatan kesehatan dan sangat mudah untuk memahami alasannya. Tanpa itu, pasar tidak dapat beroperasi secara optimal,” tulis Joshua Cohen dari Forbes.

Transparansi harga memungkinkan konsumen berbelanja secara objektif, yang secara efektif juga memaksa perusahaan agar memiliki produk yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Jadi, persaingan dan pilihan konsumen adalah kunci untuk membuat obat terjangkau.


Pewarta:
M. Haris Syahputra
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana

Tags : globalindustrikapitalismekemanusiaankesehatanmasyarakatobatsorotan

The author Redaksi Sahih