close
Kabar Internasional

Singapura Negara “Paling Lelah” di Dunia—dan Kami Lelah karenanya

Sumber Foto: Pixabay

Orang Singapura adalah orang yang kurang tidur. Dari saat kami bangun hingga saat kami membaringkan kepala di tempat tidur, kami harus sangat terhubung (connected), update, dan waspada—terutama dengan situasi pandemi. Tidak mengherankan mengapa kami sangat lelah.

Bukan hanya jumlah jam tidur yang kami miliki yang menyebabkan apa yang disebut kekurangan daya. Akan tetapi, durasi yang kami habiskan di tempat kerja dan di internet juga, begitu setidaknya menurut artikel yang diunggah oleh produsen tempat tidur asal Inggris, Sleepseeker.

Faktanya, dari 15 negara paling lelah di dunia, Singapura menempati urutan teratas. Di dalamnya, kami bahkan mengalahkan China dan Jepang, hanya dua negara Asia lainnya yang masuk.

“Skor kelelahan” dari 10 yang diterima setiap negara diperoleh dari data, seperti Statista (rata-rata jam dan menit di bawah delapan jam tidur yang direkomendasikan di setiap negara), Wikipedia (jumlah rata-rata jam kerja di setiap negara per tahun), dan BusinessFibre.co.uk (jumlah durasi harian di depan layar yang dicatat oleh orang-orang di berbagai negara).

Sumber data keempat adalah Google Keyword Planner, yang melacak jumlah pencarian berkaitan dengan tidur di setiap negara. Agar merepresentasikan lokasi, seperti China dengan lebih baik, yang jumlah pengguna Google sangat rendah dibandingkan populasinya, mereka menggunakan tarif per 100.000 alih-alih populasi tiap-tiap negara. Kami mengumpulkan rata-rata 2.238 jam setiap tahun—lebih lama dari 2.174 jam di China dan bahkan melampaui budaya workaholic Jepang yang rata-rata selama 1.723 jam.

Namun, temuan menarik artikel tersebut adalah posisi teratas Meksiko. Pekerjanya mengumpulkan 2.255 jam per tahun—jam kerja terpanjang di dunia. Hal ini mungkin merupakan indikasi bahwa “pertumbuhan ekonomi berdampak pada keseimbangan kehidupan kerja dari populasi pekerjanya”.

Selain pekerjaan, waktu yang dihabiskan untuk online juga merampas R&R (rest and relaxation) yang sangat dibutuhkan warga Singapura—tepatnya 7 jam 2 menit, menurut artikel tersebut. Namun, tidak selama Brasil (9 jam 29 menit) dan Meksiko (8 jam 1 menit).

Jika Anda berpikir bahwa jam kerja yang panjang mungkin menyebabkan banyak waktu yang dihabiskan untuk online, artikel tersebut tidak menyebutkan demikian. Akan tetapi, Meksiko dan Singapura (dua negara dengan jam kerja terlama setiap tahun) masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga untuk negara yang paling banyak menghabiskan waktu setiap hari di internet.

Penulis: Khoo Bee Khim

Penerjemah: Muhajir Julizar
Editor Naskah: Teuku Zulman Sangga Buana
Editor Substantif: Nauval Pally Taran

Sumber: CNA

Tags : bisnisduniamodernismesingapura

The author Redaksi Sahih