close
BeritaKabar Daerah

Belasan Ribu Warga Aceh Utara Mengungsi Akibat Banjir

Sumber Foto: Kompas

SAHIH.CO, ACEH UTARA – Wilayah Aceh mulai memasuki musim penghujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sehingga di beberapa daerah terjadi banjir, di antara yang terparah adalah Aceh Utara yang tergenang banjir setinggi 1-2 meter. Akibat dari banjir yang menggenang 48 desa di 7 kecamatan di Aceh Utara tersebut menyebabkan sejumlah sekolah ditutup dan belasan ribu orang harus mengungsi.

Adapun tujuh kecamatan yang dilanda banjir tersebut adalah Kecamatan Tanah Luas, Samudera, Matang Kuli, Pirak Timu, Lhoksukon dan Kecamatan Cot Girek.

Jamaluddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, menyebutkan sekolah yang diliburkan adalah dua sekolah menengah pertama yakni SMPN 2 Matangkuli, dan SMPN 1 Sawang serta lima sekolah dasar yaitu SDN 4 Samudera, SDN 6 Matangkuli, SDN 5 Tanah Luas dan SDN 1 Pirak Timu.

Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, per rabu sore 5 Oktober 2022, melaporkan terdapat 5.104 kepala keluarga atau 18.160 jiwa pengungsi korban banjir tersebar di tujuh kecamatan dalam kabupaten itu.

Mulyadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Aceh Utara menyebutkan para pengungsi tersebar di 29 titik pengungsian. Kemungkinan jumlah pengungsi terus bertambah mengingat banjir terus meluas.

“Sementara, untuk Kecamatan Nisam, air sudah merendam badan jalan dan longsor di Desa Binje. Ketinggian air saat ini sudah mencapai satu setengah meter,” tambahnya.

Diketahui banjir terjadi akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Aceh Utara dan kabupaten tetangga, Bener Meriah, sehingga menyebabkan meluapnya Krueng (sungai) Keureuto dan Krueng Pirak.

“Faktor meluapnya air sungai Krueng Keureuto, Pase, Peuto, dan Pirak, ribuan rumah warga di enam kecamatan terendam banjir,” kata Asnawi Kepada BPBD Aceh Utara.

Saat ini, Mulyadi menyebutkan petugas gabungan dari BPBD, TNI Polri, SAR, Rescue dan TRC, terus memantau kondisi banjir di lapangan sembari juga mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir.

Pewarta: Misbahul
Editor: Nauval Pally Taran

The author Redaksi Sahih