close
Kabar Internasional

WHO: Perang di Ukraina Dapat Memperburuk Situasi Pandemi Covid-19

Sumber Foto: Pixabay

SAHIH.CO, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Minggu lalu mengatakan khawatir perang di Ukraina dapat memperburuk situasi pandemi Covid-19. WHO akan berusaha berbuat lebih banyak untuk membatasi penyebaran penyakit menular.

Kasus di wilayah tersebut turun dari minggu sebelumnya, tetapi ada risiko signifikan akan ada penyakit dan kematian yang lebih parah karena tingkat vaksinasi yang rendah di Ukraina, serta di antara lebih dari dua juta orang yang telah meninggalkan negara itu ke daerah sekitarnya, yang juga dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Tingkat vaksinasi Covid-19 di Ukraina sekitar 34%, sedangkan negara tetangga Moldova sekitar 29%, menurut Our World In Data.

Totalnya, ada 791.021 kasus baru Covid-19 dan 8.012 kematian baru di Ukraina dan di negara-negara sekitarnya antara tanggal 3 dan 9 Maret. Hal itu menurut laporan situasi WHO yang diterbitkan Minggu lalu.

“Sayangnya, virus ini akan mengambil peluang untuk terus menyebar,” kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 dalam jumpa pers pada Rabu lalu.

“Kami sebagai sebuah organisasi menyadari bahwa negara-negara berada dalam situasi yang sangat berbeda; mereka menghadapi tantangan yang berbeda. Ada banyak pergerakan dan pengungsi yang terkait dengan krisis ini,” tambahnya.

Juga pada Rabu, Dr. Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan akan ada peningkatan Covid-19 di Ukraina, “tanpa keraguan.” Dia mengaitkan peningkatan yang diprediksi dengan kurangnya pengujian, penghentian vaksinasi, dan populasi yang stres dan lelah perang dengan tingkat vaksinasi yang sudah rendah.

Ryan menambahkan dunia harus menghindari stereotip seputar pengungsi dan penyakit. “Mari kita sangat berhati-hati dengan retorika kita karena ini selalu muncul,” katanya.

“Bahwa dalam beberapa hal orang yang melarikan diri dari kengerian perang akan membawa hal-hal yang terkait dengan mereka. Eropa memiliki banyak Covid saat ini, dan telah mampu untuk mengatasinya, dan pengungsi Ukraina tidak akan mengubah keputusan itu,” tambahnya lagi.

Laporan hari Minggu mengatakan WHO telah membeli terapi untuk Covid-19 dan merekomendasikan kampanye vaksinasi serta meningkatkan pengawasan terhadap Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Hungaria memberi pengungsi Ukraina vaksin Covid-19 gratis dan WHO juga menawarkan dukungan laboratorium yang mencakup pengujian Covid-19.

Kementerian Kesehatan Rumania telah mengirim tim medis untuk menguji dan memberikan vaksin Covid-19 kepada warga Ukraina yang telah meninggalkan negara mereka. Perawatan Covid-19 disediakan gratis di Slovakia. Vaksinasi Covid-19 dan penyakit lainnya untuk orang Ukraina jugaa gratis di Moldova—oleh Kementerian Pengujian Kesehatan dan Pemantauan Covid-19.

Dalam pernyataan bersama dengan UNICEF dan UNFPA, WHO menyerukan diakhirinya serangan terhadap sistem perawatan kesehatan Ukraina. Hingga Minggu, ada 31 serangan yang diverifikasi terhadap fasilitas perawatan kesehatan dan diduga ada lebih banyak serangan.

“Mitra kemanusiaan dan pekerja perawatan kesehatan harus dapat dengan aman memelihara dan memperkuat pemberian layanan kesehatan esensial, termasuk imunisasi terhadap Covid-19 dan polio, dan pasokan obat-obatan yang menyelamatkan jiwa bagi warga sipil di seluruh Ukraina serta bagi para pengungsi yang menyeberang ke negara-negara tetangga,” demikian pernyataan WHO.

“Layanan kesehatan harus tersedia secara sistematis di perlintasan perbatasan, termasuk perawatan cepat dan proses rujukan untuk anak-anak dan wanita hamil.”

Penerjemah: Muhajir Julizar
Editor: Teuku Zulman Sangga Buana

Sumber: CNN

Tags : covid-19pandemiPerangukraina

The author Redaksi Sahih